Wakili Pangdam IM, Kasdim 0101/KBA Ajak Warga Aceh Perkuat Spirit Nasionalisme Lewat Kultum
Banda Aceh – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Raya Baiturrahman pada malam Ramadhan kali ini. Di bawah kemegahan arsitektur ikonik kebanggaan masyarakat Aceh tersebut, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0101/Kota Banda Aceh, Letkol Inf Muhsin, S.Ag., M.A.P., hadir berdiri di mimbar untuk menyampaikan pesan religius sekaligus kebangsaan kepada ribuan jamaah salat Tarawih.
Hadir
mewakili Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI
Joko Hadi Susilo, S.I.P., Letkol Inf Muhsin menyampaikan Kuliah Tujuh Menit
(Kultum) dengan tema sentral “Membangun Spirit Persatuan Bangsa”.
Dalam narasinya, Letkol Inf Muhsin menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah pribadi, melainkan juga wadah untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama anak bangsa. Menurutnya, nilai-nilai puasa seperti kesabaran dan empati adalah fondasi kuat bagi kokohnya nasionalisme.
“Persatuan
bukan hanya jargon, melainkan napas kehidupan berbangsa. Dari mimbar Masjid
Raya ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan spirit
Ramadhan sebagai perekat silaturahmi dan penguat persatuan kita sebagai bangsa
yang besar,” ujar Letkol Inf Muhsin di hadapan jamaah.
Kegiatan ini menunjukkan sisi humanis TNI yang senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam pembinaan mental dan spiritual. Kehadiran perwira menengah TNI yang juga menyandang gelar akademik di bidang agama dan perencanaan ini memberikan warna tersendiri, membuktikan bahwa profesionalisme militer dan nilai religius dapat berjalan beriringan.
Pesan yang disampaikan Letkol Inf Muhsin mewakili Pangdam IM ini menjadi pengingat penting bagi warga Banda Aceh. Di tengah keberagaman dan dinamika zaman, menjaga kerukunan adalah tanggung jawab kolektif.
Melalui
kultum singkat namun padat makna tersebut, diharapkan masyarakat Aceh dapat
terus menjaga harmoni dan kedamaian, sekaligus membawa spirit nasionalisme ke
dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan terkecil hingga ke tingkat
bangsa.

Post a Comment